Lionel Messi Biayai Pembangunan 20 Sekolah di Suriah

Lionel Messi Biayai Pembangunan 20 Sekolah di Suriah

Melalui Yayasan Amal miliknya yang juga bekerja sama dengan UNICEF, Pentolan Barcelona itu tidak ragu untuk menggelontorkan dana besar demi membantu kebangkitan pendidikan anak-anak di suriah yang turut menjadi korban peperangan belakangan ini.

Lionel Messi Biayai Pembangunan 20 Sekolah di Suriah

Kesibukan dalam membantu perjuangan keras Barcelona untuk mempertahankan titel La Liga Spanyol musim ini tak lantas membuat Lionel Messi melupakan tugasnya sebagai Manusia untuk saling berbagi. Belum lama, Messi dilaporkan telah membiayai pembangunan 20 Sekolah di Suriah.

Sebagaimana diketahui, konflik yang terjadi di suriah selama enam tahun terakhir ini sejatinya memang sangat ironis. Anak-anak yang tidak berdosa turut mejadi korban, bahkan tempat belajar mereka luluh lantak karena konflik tersebut, yang membuat mereka harus mendapatkan pendidikan di Rumah masing-masing.

Setidaknya, sebanyak 1600 anak yang kehilangan tempat sekolah mereka, dan karenanya, Messi melalui Leo Messi Foundation, Yayasan Amal Pribadi bersama dengan UNICEF, saling bahu-membahu untuk membantu membangun kembali sekolah-sekolah di Suriah. Sebagaimana dilansir Marca, sang pemain telah membangun sebanyak 20 sekolahan.’

Bahkan, sekolah-sekolah tersebut nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas yang lebih banyak, lebih layak huni dan tentu saja dengan tambahan teknologi baru seperti panel surya.

Messi sendiri sebelumnya pernah mengecam konflik tersebut, terutama karena anak-anak harus menjadi korban di dalamnya.

“Satu hari peperangan sudah terlalu banyak. Anak-anak di suriah sudah menjadi korban kekerasan dan kekejaman selama enam tahun konflik yang membuat mereka menjadi sandera. Sebagai seorang ayah dan duta UNICEF, saya merasa patah hati melihatnya. Tambahkan suara anda untuk menuntut berakhirnya perang,” kata pemain Barcelona beberapa waktu lalu.

Kalahkan Clippers, Utah Jazz Melaju ke Semifinal Wilayah Barat

Kalahkan Clippers, Utah Jazz Melaju ke Semifinal Wilayah Barat

Kemenangan agregat tipis 4-3 yang diraih Utah Jazz atas Los Angeles Clippers pada game 7 membuat sang pemenang meraih tiket terakhir untuk melaju ke babak semifinal wilayah barat. Pertandingan yang berlangsung di Staples Center, Amerika Serikat tersebut berkesudahan dengan skor 104-91. Dan faktanya, ini adalah kemenangan pertama bagi Utah Jazz di Postseason setelah terakhir pada tahun 2010 silam.

Kalahkan Clippers, Utah Jazz Melaju ke Semifinal Wilayah Barat

Dalam pertandingan tersebut, Kuarter pertama berlangsung sangat sengit, namun Utah Jazz kemudian memimpin pada kuarter kedua dengan keunggulan 11 angka, tepatnya 41-30. Di kuarter ketiga, tembakan tiga angka Gordon Hayward berhasil menggiring Tim Utah Jazz kemudian unggul lebih jauh menjadi 20 poin.

Clippers mencoba mengejar di kuarter keempat hingga selisih terpangkas jadi delapan poin. Tapi Jazz tak terbendung. Gordon Hayward jadi pencetak angka terbanyak untuk Jazz dengan 26 poin. George Hill dan Derrick Favors sama-sama membukukan 17 poin.

Sedangkan pada kubu bersebrangan, DeAndre Jordan menjadi pencetak poin terbanyak usai menciptakan double-double dengan 24 poin dan 17 rebound. Kemudian, 20 poin lainnya yang diraih Clippers dalam pertandingan tersebut dicetak oleh Jalam Crawford.

Kemenangan telak tersebutlah yang mengantarkan Utah Jazz ke babak final wilayah barat, dimana pada pertandingan tersebut, Jazz akan menghadapi Golden State Warriors yang menyapu bersih kemenangan atas Portland Trail Blazers 4-0. Game 1 akan dimainkan di Oakland pada hari Selasa (2/5/2017).

Sedangkan pada pertandingan lainya, Boston Celtics berhasil menang dengan agregat 1-0 atas Washington Wizards dalam dua game semifinal Wilayah Timur. Celtics memenangi game 1 dengan skor 123-111.

Maverick Vinales Tak Sabar Mulai MotoGP Tahun Ini

Maverick Vinales Tak Sabar Mulai MotoGP Tahun Ini

Maverick Vinales sudah tak sabar ingin mengarungi musim perdananya di ajang MotoGP 2017 ini bersama tim Movistar Yamaha. Pebalap asal Italia tersebut bahkan berjanji akan mengerahkan segalanya demi meraih yang terbaik di atas Sirkuit nanti.

Maverick Vinales Tak Sabar Mulai MotoGP Tahun Ini

Sebagaimana diketahui dari situs daftarsbobett.com, sesi pertama dari MotoGP Musim 2017 baru akan mulai digulirkan pada Minggu mendatang, 26 Maret 2017, dengan Sirkuit Losail, Qatar menjadi tempat diberlangsungkannya balap pertama tersebut.

Sepanjang masa Pra Musim, Maverick Vinales sendiri tampil luar biasa, dia menarik perhatian publik dengan terus finish sebagai peringkat pertama, maka tak heran jika sang pebalap asal Italia merasa optimis dan sangat termotivasi dalam menyambut berlangsungnya MotoGP 2017 ini.

“Saya sangat senang Grand Prix pertama segera dimulai. Saya harus melaluinya, ini adalah musim dingin yang sangat inspiratif dan sibuk,” demikian ujar Maverick Vinales sebagaimana dilansir Tuttomotoriweb.

Musim ini sekaligus pertama kalinya Vinales membalap untuk tim Movistar Yamaha, menurutnya, Motor yang tengah dia tunggangi telah mengalami peningkatan yang cukup bagus.

“Menurut saya, Motor kami sudah mengalami perkembangan yang cukup baik selama ini, kendatipun kami juga belum mencapai kondisi terbaik saat ini. Tapi yang jelas, kami akan berusaha yang terbaik di MotoGP nanti, Tergantung pada kondisi cuaca, kita akan beradaptasi. Saya bersama tim sangat yakin dan siap untuk hari Minggu,” Demikian Imbuh rekan dari Valentino Rossi tersebut.

Sejumlah Pebalap Senior, termasuk diantaranya Jorge Lorenzo, mengakui potensi yang dimiliki Mavericks, dan menganggap pebalap berusia 22 tahun itu bisa jadi ancama bagi para seniornya di Qatar nanti.

Jorge Lorenzo Merasa Lebih Dihargai di Ducati

Jorge Lorenzo Merasa Lebih Dihargai di Ducati

Jorge Lorenzo telah resmi bergabung dengan Ducati pada musim ini setelah menghabiskan sembilan tahun karirnya sebagai pebalap bersama dengan Produsen Jepang, Yamaha, di mana dia meraih tiga titel juara dunia MotoGP. Meski mentereng dengan prestasi tersebut, faktanya Pebalap asal Spanyol tak terlalu merasa bahagia di sana.

Jorge Lorenzo Merasa Lebih Dihargai di Ducati

Menurut informasi yang terdengar, ada ketidak harmonisan hubungan antara Lorenzo dan Kolega sekaligus rivalnya, Valentino Rossi. Konflik tersebut mulai berlangsung sejak awal karier Lorenzo di tim ‘Garpu Tala’. Meski tak pernah membenarkan hal tersebut, namun pada akhirnya, yang bersangkutan memilih berpindah ’agama’.

Sejak awal musim, Lorenzo telah menjadi bagian dari Ducati, kendati tidak mudah. Hal itu diindikasikan lewat hasil di sesi tes pramusim di mana Lorenzo masih tercecer cukup jauh dari Marc Marquez dan penggantinya di Yamaha, Maverick Vinales. Tapi, Pebalap asal Spanyol merasa lebih dihormati bersama dengan ducati.

“Sebenarnya hal ini adalah yang saya inginkan untuk berubah ketimbang saat di yamaha, Saya selalu melihat garasi Marquez dipenuhi oleh mekanik. Saya pernah meminta kepada yamaha, namun mereka tak pernah memenuhi permintaan tersebut.”

“Bersama Ducati, saya diperlakukan seperti mereka sangat mengagumi saya, sedangkan di Yamaha, saya seperti pekerja lainnya. Padahal saya menjadi sosok yang penting disana, yeah, tapi di Ducati, mereka sangat menghormati dan mengagumi saya. Mereka tahu bahwa mereka merekrutku untuk mengembangkan mesin menjadi lebih baik dan performa menjadi lebih baik tentunya,” kata Lorenzo kepada Autosport.

Valentino Rossi Kembali targetkan Juara Dunia ke-10 tahun Ini

Valentino Rossi Kembali targetkan Juara Dunia ke-10 tahun Ini

MotoGP 2017 sudah di depan mata, seiring dengan akan dimulainya kompetisi tersebut, bakal dimulai juga usaha pebalap asal Italia, Valentino Rossi untuk mengejar titel yang ke-10 di kejuaraan dunia balap motor grand prix. Setelah gagal pada kesempatan tahun lalu, VR46 akan Kembali mencobanya tahun ini.

Valentino Rossi Kembali targetkan Juara Dunia ke-10 tahun Ini

 

Pada usianya yang sudah memasuki 38 tahun, Rossi bukanlah pebalap muda lagi, dia bahkan sudah bisa disebut sebagai pebalap veteran. Bagaimana tidak mengingat ia sudah tampil di balapan grand prix sedari 1996 dan mulai turun di kelas primer pada tahun 2000. Artinya, secara keseluruhan, total sudah 21 tahun, pebalap Yamaha ini mengarungi lintasan balap di kompetisi tertinggi.

Kendati demikian, Rossi rupanya masih merasa penasaran dengan gelar juara ke-10 yang belum diraihnya. Ia tak kuasa menambah koleksinya selepas 2009. Usaha teranyar Rossi menggenapi koleksi titel, pada musim lalu, kemudian dihadapkan dengan konsistensi luar biasa Marquez, kegagalan finish sebagai peringkat pertama di Sirkuit Montegi menjadi salah satu alasan utama kenapa pria berusia 38 tahun ini gagal menjadi juara untuk kali ke-10.

Nah, di ajang tahun 2017 ini, Vale akan kembali membangkitkan hasrat dan tekadnya untuk memenangkan trofi ke-10 dalam karirnya di dunia balap. Dia tidak mencemaskan performa Vinales yang cukup garang selama pra musim.

“Menurut saya, kecepatan saya cukup bagus tahun lalu, saya juga memenangkan balap di beberapa tempat, kondisi saya juga bagus, sayangnya, saya juga sempat berbuat beberapa kesalahn, terkadang tidak beruntung,”

“Penting untuk tidak berhenti bekerja dan meningkatkan diri. Situasi saat ini cukup mirip dengan musim lalu, namun sejumlah detil kecil saat ini sudah berubah menjadi lebih baik,” kata Rossi pekan lalu, seperti dilansir AFP.

MotoGP 2017 sendiri akan digelar di Qatar, tepatnya mulai tanggal 26 Maret mendatang.

Ini Motivasi terbesar Jorge Lorenzo Gabung Ducati

Ini Motivasi terbesar Jorge Lorenzo Gabung Ducati

Keinginan menjadi juara dunia di motor yang berbeda melatarbelakangi kepindahan Jorge Lorenzo ke Ducati. Sebagai pebalap yang sudah cukup berpengalaman, pria asal Spanyol ini memang memiliki keinginan untuk mendapatkan tantangan baru, suasana baru dan rekan-rekan kerja yang baru juga.

Ini Motivasi terbesar Jorge Lorenzo Gabung Ducati

Jorge Lorenzo, akhirnya angkat bicara mengenai keputusannya untuk hijrah ke Ducati pada awal musim 2016. Dikatakan oleh pebalap asal Spanyol, bahwa ada motivasi dibalik keputusanya meninggalkan Yamaha dan bergabung dengan Ducatti.

Sebagaimana diketahui, Lorenzo memang telah memperkuat Yamaha selama kurang lebih sembilan tahun. Secara mengejutkan dia meninggalkan Produsen asal Jepang tersebut pada awal musim 2016, untuk kemudian bergabung dengan Ducati. Pebalap Spanyol itu menjadi salah satu yang paling dinantikan kiprahnya di musim baru yang akan bergulir pekan depan.

Hal tersebut mengingat, sejauh ini, hanya Casey Stoner yang mampu menaklukan motor Desmosedici. Mantan pebalap asal Australia itu sukses membawa Ducati menjadi nomor satu di 2007, kemudian finish sebagai urutan kedua dan keempat di tahun-tahun berikutnya.

Lorenzo sendiri bukannya tanpa kesulitan dengan tim barunya itu. Dalam sesi ujicoba pramusim yang sudah dilakoni, juara dunia tiga kali itu mendapatkan hasil yang dinilai kurang memuaskan. Hal ini membuat munculnya kecemasan bahwa Lorenzo bakal gagal bersama Ducatti seperti yang pernah dialami Rossi. Namun demikian, Pebalap asal Spanyol menegaskan bahwa dirinya memiliki motivasi yang besar bergabung dengan Ducatti.

“Motivasi terbesar saya bergabung dengan Ducatti adalah melihat fakta bahwa sangat sedikit pebalap yang bisa menang dengan dua motor berbeda. Salah satunya yang berhasil dengan Ducati adalah Stoner. Tentu saja, saya juga ingin merasakan hidup kembali, mencoba tunggangan yang berbeda, bekerja dengan orang-orang yang berbeda, lingkungan yang berbeda dan warna yang berbeda” ungkap Lorenzo kepada Marca, yang dilansir GPOne.

Vinales Mirip Marquez, Tapi Lebih Ambisius

Vinales Mirip Marquez, Tapi Lebih Ambisius

Hal tersebut diungkapkan oleh sang maskot Ducati Jorge Lorenzo, dimana pebalap asal Spanyol itu juga memprediksi bahwa Maverick Vinales akan menjadi juara dunia di masa depan, karena koleganya tersebut memiliki ambisi yang sangat besar terhadap gelar juara.

Vinales Mirip Marquez, Tapi Lebih Ambisius

Persaingan dalam Kejuaraan Balap Moto GP semakin sengit dengan kemunculan salah satu pebalap muda asal Spanyol, Maverick Vinales. Belum lama, muncul pendapat mengenai sosok berusia 22 tahun itu, yang dianggap mirip dengan Marc Marquez namun memiliki ambisi dan hasrat yang lebih besar.

Seperti diketahui, Vinales, yang membela Movistar Yamaha, memang berhasil menghadirkan kejutan di ajang Moto GP musim ini. Pebalap Spanyol itu mampu memuncaki tes pramusim di Sepang, Malaysia dan Phillip Island, Australia. Tak heran jika kemudian dia mendapat sanjungan dari sejumlah pihak, termasuk dari para koleganya sesama pembalap.

Bahkan, pebalap senior seperti Jorge Lorenzo yang juga berasal dari Spanyol tak ragu menyanjung jagoan baru Yamaha ini. Dia bahkan percaya bahwa Vinales akan jadi penantang baru bagi Valentino Rossi dan Marc Marquez. Lorenzo juga menilai, Vinales memiliki kemiripan dengan Marquez, hanya saja tekadnya untuk menjadi juara lebih besar.

“cepat atau lambat, saya pribadi yakin Maverick akan menjadi juara dunia, Dia adalah sosok pebalap muda yang mirip dengan Marquez. Saya bahkan seperti melihat ada Marquez yang lain. Tapi dia memiliki rasa lapar yang lebih besar, itu karena dia belum pernah juara sebelumnya,”

“Kecepatan mereka tampak mirip, mereka adalah pebalap yang mampu bersaing dalam balapan dan bagus dalam pengereman. Saya melihat keduanya sangat mirip dalam beberapa aspek. Maverick adalah pebalap muda yang lapar dengan kecepatan yang luar biasa.” Demikian Kata Lorenzo sebagaimana dilansir MotorSports.com